• Napier Tychsen posted an update 8 months, 2 weeks ago

    Wabah Covid-19 belum kunjung menonjol ujungnya. Mencontoh ini tidak hanya berakibat pada sektor ekonomi, seperti yang tak jarang didiskusikan media. Dunia Esports Indonesia turut merasakan kesulitannya selama pandemi virus ini masih bergulir bahkan di hampir semua dunia. Salah satu akibat yang terjadi di dunia Esports Tanah Air sampai mancanegara merupakan penundaan cara kerja arena final dari kompetisi bergengsi Esports. Final Asia Pacific Predator League patut ditunda sampai tahun depan.

    Ya, kompetisi bergengsi Esports dengan skala internasional ini diumumkan akan ditunda progres finalnya, setidaknya hingga bulan April atau Juni pada tahun 2021. Seperti yang diumumkan pihak penyelenggara, yaitu Acer, situasi dikala ini amat tak memungkinkan untuk menggelar persaingan final karena akan mengundang banyak orang dari kalangan peserta, staf, hingga penonton.
    esports pengunduran, nantinya kancah final persaingan ini akan tetap dijalankan di Filipina.

    Perlu diketahui, Acer menunda progres acara tersebut dengan banyak pertimbangan. Tapi, keputusan penundaan acara tersebut utamanya didasarkan pada faktor kesehatan dan keselamatan yang lebih dipentingkan untuk semua pihak, mulai dari penyelenggara sampai peserta. Berita baiknya, regu-tim yang sebelumnya sudah memenuhi kualifikasi untuk berlomba, termasuk tim Esports Indonesia, tetap akan diundang dan diberitahukan jadwal selengkapnya untuk arena final acara ini pada tahun 2021 akan datang.

    Lebih lanjut, Presiden Operasional Acer wilayah Asia Pasifik, menegaskan, arena hal yang demikian bukan dibatalkan, melainkan cuma ditunda. Meniru ini dinyatakan sebab Acer masih berjanji untuk memberi wadah yang kondusif dan suportif untuk para pegiat kelompok sosial gaming dan para gamer itu sendiri. Jadi, selama masa darurat Covid-19 masih berlangsung hampir di segala belahan bumi, kompetisi yang sudah menjelang babak final ini diundur sampai tahun depan demi kepentingan bersama.

    Sebagai informasi, Asia Pacific Predator League pertama kali diadakan di Jakarta pada tahun 2018 lalu. Acara ini diinisiasi sebagai bentuk apresiasi merek Esports, Predator, dalam mendorong industri game online. Seri kedua dari acara ini digelar di Bangkok, Thailand, dengan catatan lebih dari 10.000 penonton pula yang bergabung secara online. Di tahun ini, setidaknya 20.000 karcis terjual untuk tempat duduk penonton di Manila, Filipina. Sebanyak 17 negara mencontoh arena ini, sementara Indonesia mengirimkan dua wakil di pentas Esports se-Asia Pasifik itu, atas nama BOOM Esports dan Victim Rise.

    Walaupun pengumuman penundaan kancah final ini, pihak penyelenggara seketika menyesuaikan nama acara, menjadi Asia Pacific Predator League 2020/2021. Meski diundur, nantinya kontestan yang telah legal diungkapkan bergabung akan diberi penjelasan lebih lanjut mengenai jadwal baru yang akan dibentuk, sementara penggemar bisa terus meniru kabarnya di media Esports Indonesia ini, atau akun media sosial acara tersebut.